Penyaluran donasi untuk kenyamanan beribadah di Masjid Ta’zimah Kulon Progo
Yayasan Bina Mulia Yogyakarta kembali berkunjung ke Masjid Ta’zimah yang berlokasi di Ngroto, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, untuk menyalurkan donasi
Program Penyaluran Donasi Ramah Lansia
Alhamdulillah Penyaluran donasi untuk beberapa Lansia telah kami salurkan yaitu dari beberapa Lansia yaitu Mbah Suyono dan Mbah Watanda pada
Renovasi Rumah Mbah Mujiyem : Dari Keterbatasan Menuju Kehangatan
Di usia senja, Mbah Mujiyem menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggal beliau masih dalam
Penyaluran Bantuan Tahap Kedua untuk Mbah Mujiyem
Kepedulian terhadap sesama tidak berhenti pada satu langkah bantuan. Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, Yayasan Bina Mulia Yogyakarta kembali melaksanakan penyaluran
Hari Peduli Autisme Sedunia
Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyandang autisme di seluruh dunia. Hari peringatan autis tersebut diharapkan
Berbagi di Bulan Ramadhan: Melarisi Dagangan Pedagang Kecil hingga Sahur On The Road
Ramadhan selalu menjadi momentum untuk menebar kebaikan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dalam semangat tersebut, Yayasan Bina Mulia Yogyakarta mengadakan
Melukis Senyum Bersama Adik-Adik Panti Asuhan Atap Langit Yogyakarta
Ramadhan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi dan mempererat kebersamaan. Dengan semangat tersebut, Yayasan Bina Mulia Yogyakarta melalui program Festival Ramadhan
Merawat Harapan di Usia Senja: Penyaluran Program Bina Mulia Ramah Lansia
Di usia senja, banyak lansia menjalani hari dengan keterbatasan fisik, kesehatan yang menurun, dan kondisi ekonomi yang tak lagi kuat.
Bertahan di Usia Senja, Kisah Hidup Mbah Rajinah di Tengah Keterbatasan
Kisah hidup Mbah Rajinah (90 tahun) merupakan potret keteguhan seorang lansia dalam menjalani masa tua yang penuh keterbatasan. Mbah Rajinah
Kesendirian dan Tumor Ganas Tak Mematahkan Harapan Mbah Suminem
Mbah Suminem (58 tahun) menjalani hari-harinya seorang diri tanpa suami dan anak. Sejak muda, beliau merantau sebagai buruh selama puluhan