Di usia senja, Mbah Mujiyem menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggal beliau masih dalam kondisi kurang layak huni. Lingkungan rumah tampak kurang terawat, banyak terdapat barang-barang yang sudah tidak terpakai terbengkalai memenuhi isi rumah, serta banyak hewan-hewan kecil.

Kondisi fisik bangunan juga belum memadai. Lantai rumah masih berupa tanah, meskipun sebagian dinding telah ditembok, namun terdapat beberapa bagian yang masih berupa susunan batu bata tanpa plester. Selain itu, bagian atap rumah belum dilengkapi plafon, sehingga memengaruhi kebersihan dan kenyamanan di dalam rumah.

Berdasarkan kondisi tersebut, Yayasan Bina Mulia Yogyakarta melalui program renovasi rumah bergotong royong memperbaiki tempat tinggal Mbah Mujiyem. Proses demi proses dilakukan, mulai dari perbaikan struktur rumah hingga penataan agar lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Lantai yang sebelumnya masih berupa tanah kini telah dipasangi keramik sehingga lebih bersih dan nyaman. Dinding rumah yang sebelumnya belum sempurna kini telah diperbaiki dan tertata dengan baik. Selain itu, bagian atap juga telah dilengkapi dengan plafon, sehingga membuat suasana di dalam rumah menjadi lebih rapi, bersih, dan layak huni.

Kini, rumah Mbah Mujiyem perlahan berubah. Bukan hanya sekadar bangunan yang lebih layak, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian dan kasih sayang dari sesama. Tempat yang dulu penuh kekhawatiran, kini menjadi ruang yang lebih aman untuk beristirahat dan menjalani hari-hari dengan lebih tenang.

Bagi Mbah Mujiyem, ini bukan hanya tentang rumah yang diperbaiki, tetapi juga tentang harapan yang kembali tumbuh di usia senja.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh #SobatMulia dan pihak yang telah berkontribusi dalam proses renovasi ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan.

Karena pada akhirnya, satu kebaikan kecil yang kita lakukan, bisa menjadi perubahan besar bagi kehidupan seseorang 🤍✨