Kesendirian dan Tumor Ganas Tak Mematahkan Harapan Mbah Suminem
Mbah Suminem (58 tahun) menjalani hari-harinya seorang diri tanpa suami dan anak. Sejak muda, beliau merantau sebagai buruh selama puluhan tahun hingga akhirnya kembali ke desa kelahirannya. Namun, kepulangan itu tidak mudah. Ia tak lagi memiliki rumah dan hanya menempati rumah kosong atas kebaikan seorang warga.


Di balik keterbatasan hidupnya, Mbah Suminem diam-diam menahan sakit akibat tumor payudara yang telah lama ia derita. Tanpa keluarga yang mendampingi, beliau memendam rasa sakit seorang diri hingga kondisinya akhirnya diketahui oleh warga sekitar. Dengan semangat gotong royong, warga membawa beliau ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menyatakan Mbah Suminem mengidap tumor payudara ganas dan memerlukan tindakan operasi.
Saat proses penyaluran bantuan, ternyata kondisi Mbah Suminem diketahui semakin menurun karena habis terjatuh, sehingga mbah tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Dikarenakan Mbah Suminem hidup seorang diri tanpa keluarga, maka saat ini beliau dirawat dan didampingi oleh warga dusun setempat. Dan bantuan diserahkan melalui Ketua RT setempat, Bapak Salam, untuk dikelola dan dimanfaatkan bersama warga dusun dalam mendukung perawatan dan pemenuhan kebutuhan Mbah Suminem.


Alhamdulillah, kepedulian para donatur dan relawan menjadi kekuatan tersendiri bagi Mbah Suminem. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pengobatan dan perawatan, sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan di tengah keterbatasan.
Terima kasih kepada #SobatMulia yang telah ikut menjaga langkah Mbah Suminem dalam perjuangannya. Bersama, kita terus menghadirkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.
Salurkan kebaikan melalui:
📌 BSI 7240749623
a.n Yayasan Bina Mulia Yogyakarta
🌐 Donasi Online: www.binamulia.org
☎️ Konfirmasi: 0895 4066 66058 (CS)