Kisah Mbah Sulardiyanto yang berusia 65 tahun adalah gambaran nyata dari ketabahan. Sejak lahir, ia berjuang melawan tumor yang tak hanya menyakitkan secara fisik—bahkan telah tumbuh benjolan baru setelah operasi pertamanya—tetapi juga membuatnya kerap dijauhi dan diremehkan oleh masyarakat sekitar. Cobaan ini semakin berat karena salah satu anaknya juga pernah mengidap penyakit serupa.

Di tengah kondisi kesehatan yang menurun, Mbah Sular tetap berjuang keras menafkahi istri dan anaknya dengan menjadi pemulung rongsokan. Penghasilannya sangat tidak menentu, seringkali hanya Rp100.000 hingga Rp150.000 per minggu, yang memaksa keluarganya sering menahan lapar.

Alhamdulillah, berkat kepedulian para donatur, tim relawan berhasil menyalurkan bantuan darurat untuk Mbah Sular. Bantuan ini diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan meringankan biaya pengobatan. Senyum haru Mbah Sular saat menerima uluran tangan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat membawa secercah harapan di tengah badai kesulitan hidup yang ia hadapi.

Terima kasih kepada #SobatMulia yang telah ikut menjaga langkah Mbah Sular dalam perjuangannya. Berkat kalian, kami dapat menyalurkan bantuan untuk Mbah Sular dan terus menghadirkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.

Salurkan kebaikan melalui:
📌 BSI 7240749623
a.n Yayasan Bina Mulia Yogyakarta
🌐 Donasi Online: www.binamulia.org
☎️ Konfirmasi: 0895 4066 66058 (CS)