
Namanya Dania, bayi mungil berusia 2 bulan, putri ketiga dari pasangan Fatma dan Tian. Dania sudah harus menghadapi ujian berat: ia didiagnosa mengalami infeksi paru serta Penyakit Jantung Bawaan (PJB) tipe TOF 4, kelainan jantung berat yang sangat berbahaya.

Sejak lahir, Dania sudah menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan. Tubuhnya membiru, namun perawat hanya mengatakan itu karena kedinginan. Setelah sempat dirawat semalam, kami pulang ke rumah. Namun sesampainya di rumah, tubuh Dania semakin membiru dan menguning.
Pada 22 Juni 2025, segera membawa Dania ke UGD. Dokter mengatakan kuningnya masih batas normal, tapi tubuh membirunya muncul tiba-tiba saat Dania bergerak. Esoknya, dokter anak menyarankan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil CT Scan menunjukkan adanya bronkopneumonia dan pembengkakan jantung.

23 Juni 2025, Dania dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap. Setelah pemeriksaan ECHO, ia didiagnosa penyakit jantung bawaan:
Sejak itu, hidup Dania berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, menjalani rawat inap, CT Scan, inkubator, dan oksigen.
Dania dirujuk ke rumah sakit. Perjalanan panjang dari NICU hingga akhirnya sampai di RSJPD Harapan Kita Jakarta menjadi bagian dari perjuangan awal hidupnya. Pada 14 Agustus 2025, Dania menjalani kateterisasi, namun tindakan itu gagal karena posisi PDA di jantungnya berkelok-kelok. Dokter akhirnya memutuskan bahwa Dania harus segera menjalani operasi besar BT Shunt.
Sayangnya, BPJS tidak menanggung biaya operasi kedua ini. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa biayanya mencapai sekitar Rp140 juta (belum termasuk perawatan). Bagi keluarga kecil yang bahkan untuk makan dan tempat tinggal di Jakarta harus meminjam, angka ini terasa mustahil.

Kini, kondisi Dania semakin genting. PDA yang awalnya berdiameter 6 ml kini menyempit menjadi 3 ml artinya, waktu Dania sangat terbatas. Ia masih dirawat di ICU dengan obat Prostin untuk menjaga agar saluran jantungnya tidak menutup. Saat dosis obat diturunkan, tubuh mungilnya tidak kuat menahan.
“Tolong, selamatkan anak saya dok… jangan biarkan dia berhenti lagi,” ucap saya dengan suara bergetar.
Dokter hanya menghela napas, “Kami akan lakukan yang terbaik, tapi kondisinya sangat kritis.”
Bayangkan, bayi sekecil Dania yang sejak lahir sudah keluar masuk NICU, kini harus menunggu bantuan agar bisa tetap hidup.
Sahabat, mari kita bersama-sama menjadi harapan bagi Dania. Di usianya yang begitu kecil, ia berjuang melawan penyakit besar. Dengan doa dan bantuan dari Donatur, kita bisa membantu Dania mendapatkan operasi yang ia butuhkan demi kesempatan hidup yang lebih panjang.