

Tertatih-tatih, Pak Yatim (44) mendorong sepeda tuanya. Di atas sepeda itu terikat bakul berisi es krim. Jauh ia kayuh, menempuh puluhan kilometer, hanya demi mendapatkan uang sekitar 40 ribu rupiah. Meski sering dagangannya tak laku, Pak Yatim kerap membagikan es secara gratis kepada anak-anak jalanan.

“Semoga hari ini banyak yang beli, yang halal, saya di berikan kesehatan dan keselamatan.. Aamiin”.
Itulah doa yang ia panjatkan setiap pagi sebelum pergi menjual es keliling Kota dengan mendorong sepedanya. Dulu, beliau masih sanggup untuk menggowes sepedanya tapi karena kaki sudah tidak kuat dan sakit - sakitan sering sakit kepala tiba-tiba. Walau bakul es krim itu amat berat, namun bagi Pak Yatim tetap berjualan demi bertahan hidup.
“Paling yang menghambat saya jualan itu kalau hujan saja, kadang kalau hujan seharian saya jadinya nggak jualan, gak apa-apa namanya mencari rezeki, insya allah malah berkah buat saya”

Meski hidup penuh dengan keterbatasan dan kerap mengalami sakit yang dialami, semangat Pak Yatim tidak pernah pudar, ia tetap berjualan keliling kota, berjualan es. Di usianya yang paruh baya, Pak Yatim tetap berusaha mandiri dan tidak ingin menjadi beban bagi orang lain.
Tapi tak setiap hari beruntungan berpihak. Seringkali Pak Yatim pulang dengan es krim yang tak laku
![]()
Menanti doa-doa orang baik