Fidyah: Jalan Ibadah bagi Mereka yang Tak Mampu Berpuasa
Ramadhan hadir sebagai bulan penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak kebaikan. Di bulan ini, umat Islam berlomba-lomba menyempurnakan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, serta berbagi dengan sesama. Namun dalam perjalanan Ramadhan, tidak semua orang memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang sama. Ada di antara kita yang tidak mampu menjalankan puasa secara penuh karena usia yang lanjut, sakit menahun, atau kondisi tertentu seperti kehamilan dan menyusui.
Dalam keterbatasan tersebut, Allah tetap membuka jalan kebaikan melalui fidyah. Fidyah menjadi solusi penuh kasih bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, agar kewajiban tetap dapat ditunaikan dengan cara yang sesuai kemampuan. Melalui fidyah, Ramadhan tetap bermakna dan ibadah tetap terjaga, meskipun bentuknya berbeda.
Fidyah bukan sekadar pengganti puasa
melainkan wujud tanggung jawab dan kejujuran dalam beribadah. Ketika seseorang tidak mampu menunaikan puasa, memberi makan kepada fakir miskin menjadi jalan untuk menyempurnakan kewajiban tersebut. Dengan cara ini, ibadah tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi meluas menjadi kepedulian sosial yang nyata.
Bagi sebagian orang, nilai fidyah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi penerima manfaat, fidyah memiliki arti yang jauh lebih besar. Satu porsi makanan dapat menghadirkan kelegaan, menguatkan fisik, dan menumbuhkan harapan. Di balik setiap fidyah yang ditunaikan, ada kebahagiaan yang hadir di meja makan keluarga yang membutuhkan.
Ramadhan juga menjadi momentum untuk menuntaskan kewajiban yang tertunda. Tidak sedikit yang menunda fidyah dari tahun ke tahun karena berbagai alasan. Padahal, menyegerakan fidyah adalah bentuk tanggung jawab sekaligus ketenangan batin. Menyelesaikan fidyah berarti menyempurnakan ibadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Melalui fidyah, kita diajak untuk melihat bahwa ibadah tidak selalu tentang kemampuan menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang kepekaan terhadap kondisi sesama. Apa yang tidak mampu kita lakukan secara fisik, dapat digantikan dengan menghadirkan manfaat bagi orang lain. Keterbatasan tidak menjadi penghalang, melainkan jembatan menuju kebaikan yang lebih luas.
Di bulan Ramadhan ini, fidyah menjadi salah satu peluang untuk menebar manfaat dan berbagi keberkahan. Setiap fidyah yang disalurkan adalah bentuk kepedulian yang nyata, sekaligus pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan untuk saling menguatkan.
Semoga Ramadhan kali ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menyempurnakan ibadah, menunaikan kewajiban dengan penuh kesadaran, dan menghadirkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui fidyah, semoga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh diri kita, tetapi juga oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.
Tunaikan Fidyah melalui Bina Mulia Balikpapan
BSI : 723.6719.523
A. n Yayasan Bina Mulia BalikpapanKonfirmasi Via Whatsapp
081346301543
#BergerakUntukUmmat