Mbah Jumiyo (70) adalah seorang penjual es jadul yang telah puluhan tahun berkeliling menggunakan sepeda onthel untuk mencari nafkah. Sejak tahun 1970-an, ia setia menjajakan es tradisional yang kini mulai jarang ditemui. Bersama sang istri yang Bernama Mbah Poniyem, Mbah Jumiyo tetap berjualan secara mandiri tanpa bergantung pada anak dan menantu, meski harus menempuh jarak hingga 20 kilometer setiap harinya.

Di balik keterbatasan usia dan penghasilan, Mbah Jumiyo dikenal sebagai sosok yang dermawan. Tiap hari mbah Jumiyo membawa 6 termos kecil yang berisikan 30 es jadul, dengan harga 2000-2500 rupiah. Pada gerobaknya selalu tertempel tulisan “Khusus Anak Yatim Gratis”. Ia rutin membagikan es gratis kepada anak yatim dan dhuafa, serta menyisihkan hasil jualannya untuk sedekah. Bantuan yang disalurkan meliputi pemberian es gratis, bantuan ke panti asuhan, serta pengadaan Al-Qur’an dan iqro untuk TPA di sekitar tempat tinggalnya.

Alhamdulillah, berkat dukungan dan kontribusi dari Sobat Mulia, kebaikan Mbah Jumiyo dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian dan kepercayaan yang telah diberikan. Semoga setiap kebaikan yang disalurkan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua.