Langkah Tertatih Mbah Mujiyem, Lansia Penjual Sawo yang Sepi Pembeli
Mbah Mujiyem, seorang lansia berusia 87 tahun, menjalani hari-harinya dengan berjualan sawo keliling kampung. Dengan langkah tertatih dan tubuh yang semakin renta, ia menyusuri jalan sambil menawarkan dagangannya seharga sepuluh ribu rupiah per bungkus. Tak jarang, dagangannya tak laku hingga membusuk.
Untuk bertahan hidup, Mbah Mujiyem juga kerap memungut buah mlinjo dari pekarangan warga atau mencari sisa nasi di tempat pembuangan sampah, bahkan terkadang tertidur kelelahan di sana setelah seharian berjuang mencari makan. Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat, ia justru masih harus bergulat dengan kerasnya hidup demi sekadar menyambung hari.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Bina Mulia Yogyakarta tergerak untuk hadir dan memberikan bantuan kepada Mbah Mujiyem. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga bentuk perhatian dan kepedulian agar beliau merasakan bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli terhadap kehidupannya.
Kehadiran tim relawan diharapkan mampu meringankan beban fisik dan batin Mbah Mujiyem, sekaligus menjadi penguat bahwa perjuangannya selama ini tidak luput dari perhatian sesama. Melalui program kemanusiaan ini, yayasan berupaya menjangkau lansia-lansia rentan yang hidup dalam keterbatasan dan minim perhatian sosial.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini. Setiap bantuan, doa, dan kepedulian yang diberikan menjadi harapan baru bagi Mbah Mujiyem untuk menjalani hari-harinya dengan lebih layak. Semoga kebaikan yang ditanamkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk saling peduli dan menguatkan sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi paling rentan.